Pimpinan dan Walikota Tangerang

Pimpinan dan Walikota Tangerang Bapak H. Arief R Wismansyah berpose saat di Tanah Suci.

Jamaah Haji KBIH Nurul Hikmah

Jamaah Haji KBIH Nurul Hikmah di Pelataran Masjid Nabawi.

Jamaah Umroh 2014 KBIH Nurul Hikmah

Jamaah Umroh KBIH Nurul Hikmah berpose di pelataran Masjid Nabawi.

Masjidil Haram dalam Perbaikan

Beberapa gambar saat perombakan Masjidil Haram yang diprediksi kelar pada 2016.

Pembukaan Manasik Haji 2014

Kabid Haji Provinsi Banten tengah menyampaikan pidato pada pembukaan Manasik Haji 2014.

Tampilkan postingan dengan label anggito abimanyu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label anggito abimanyu. Tampilkan semua postingan

Kamis, 18 Oktober 2012

Anggito: Saya Akan Lakukan Terobosan Baru Ibadah Haji

Jeddah (Sinhat)--Masih banyaknya persoalan yang terjadi dalam penyelenggaraan ibadah haji menjadi perhatian serius berbagai kalangan. Hal ini juga menjadi konsentrasi Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh (PHU) Kementerian Agama Anggito Abimanyu.

Anggito menjelaskan, sudah menerima berbagai masukan, kritikan maupun saran. Dari poin-poin tersebut telah tersusu dalam rencana untuk melakukan terobosan baru. Namun saya belum bisa memaparkan kepada publik terobosan yang akan diberlakukan.

“Intinya semua untuk kepentingan layanan ibadah haji. Beberapa teman di Jakarta dan Yogyakarta telah memberi banyak masukan. Ide-ide mereka sangat cemerlang,” kata Anggito di Bandara Haji King Abdul Aziz Jeddah, Arab Saudi, Rabu (17/10/2012) dinihari.

Dia mengaku tidak akan berlama-lama di Arab Saudi, karena hanya akan melakukan ibadah haji. Kemudian, Anggoto akan kembali ke Arab Saudi saat arus pemulangan sudah berjalan.

“Nanti saya akan bertemu pemilik rumah, pemilik hotel dan broker. Saya akan dengar masukan dan keteragan dari mereka. Saya ingin memperoleh masukan yang lebih impresif. Sehingga terobosan yang akan dilakukan bisa berjalan dengan baik,” paparnya.

Mantan Kepala Badan Kebijakan Fiskal ini melanjutkan dirinya juga akan berkunjung ke Madinah. Tujuannya utama ke Madinah adalah untuk membicarakan mengenai kualitas makanan atau katering yang dibagikan kepada jamaah haji Indonesia.

“Saya ingin memastikan agar jamaah mendapatkan service yang lebih baik. Pokoknya, saya sudah memiliki banyak masukan khusnya pemondokan dan transportasi. Sekarang ini, saya ingin dengarkan evaluasi secara mendalam,” ungkapnya.(MCH/Fetra)

Buntut Bus Calhaj Terbakar, Kemenag Siap Sewa Saptco

Jeddah (Sinhat)--Peristiwa terbakarnya bus yang mengangkut jamaah calon haji (calhaj) dari Madinah ke Makkah berbuntut panjang. Kementerian Agama (Kemenag) siap mengalihkan penyewaan bus dari Nakobah (penyedia layanan bus) kepada pihak swasta seperti Saptco.

Hal itu disampaikan Dirjen Penyelenggara Haji dan Umroh Kementerian Agama Anggito Abimanyu sesaat seelah tiba di Bandara Haji King Abdul Aziz Jeddah, Rabu (17/10/2012) dinihari. Dirinya sangat serius dengan kejadian tersebut dan akan ditanganinya langsung.

“saya akan melakukan sesuatu agar persoalan seperti ini tidak terulang lagi di kemudian hari. Padahal dalam klausul kontrak, pemerintah Saudi menyatakan semuanya busnya dalam kondisi layak. Tapi yang layak itu relatif. Buktinya, tempat koper atau bagasi bus tidak muat,” kata Anggito.

Anggito mengaku telah mengirim surat teguran keras kepada Nakobah serta mengingatkan perjanjian atau kerja sama yang pernah disepakati bersama. Pihaknya juga telah meminta Nakobah memberikan ganti rugi terhadap semua kerugian yang dialami jamaah.

Seandainya Nakobah tidak memenuhi janjinya, maka bukan tidak mungkin layanan bus haji berikutnya akan dipercayakan kepada Saptco. Hanya saja, harga yang diajukan Saptco relatif tinggi dan harus dibicarakan kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

“Yang jelas, kami sudah memiliki beberarapa alternatif untuk mengalihkan kontrak layanan bus. Saya juga akan melakukan pembicaraan dengan pihak Nakobah. Persoalan transportasi selama ini selalu menjadi masalah bagi jamaah Indonesia,” ungkapnya.

Untuk itu lanjut Anggito, diperlukan terobosan atau kebijakan yang benar-benar bisa menjamin kenyamanan jamaah dalam menjalankan ibadahnya. Pasalnya, peritiwa terbakarnya bus jamaah sudah sangat serius dan perlu diambil langkah yang konkret.(MCH/Fetra)